Kamis, 27 Februari 2014

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung dan Stroke

Pertama Pada Serangan Jantung dan Stroke
OLEH
JUM PANATA, M.Kep
Kepala UPTD-PSC SPGDT SS Kab. Bangka

Penyakit jantung  dan stroke sampai kini masih tercatat sebagai dua penyakit yang banyak menelan korban jiwa. Serangan jantung bisa terjadi kepada siapa saja, tak terkecuali keluarga dan orang terdekat dengan kita. Jika itu terjadi, apa tindakan anda? Jangan terlalu lama membiarkan penderita serangan jantung tergeletak. Terlebih lagi, pertolongan akan berhasil baik jika dilakukan sedini mungkin.  Berikut ini panduan medis darurat sederhana bagi masyakat awam pada penderita penyakit jantung dan stroke.

1.        Tanda serangan jantung
Gejala berikut ini merupakan cirri khas pada penderita serangan jantung, namun dapat muncul juga pada gangguan jantung lainnya.
1)   Dada terasa tidak enak, nyeri atau berat. Nyeri menyebar ke lengan kiri, lerher, rahang dan punggung.
2)       Nyeri bermula tiba-tiba, namun kemudian berkembang beberapa menit.
3)       Penderita memegang dadanya, badannya sedikit membungkuk.
4)       Tidak merespon ( tidak sadarkan diri )henti napas dan denyut nadi tidak ada.
5)    Mengalami ganguan pernapasan. Pada penderita gagal jantung biasanya muncul berupa sesak  nafas setelah melakukan aktifitas fisik.
6)        Denyut nadi tidak normal ( cepat, lemah, tidak teratur )
7)        Jantung berdenyut ( palpitasi )
8)        Pembuluh darah balik melebar, baik dileher maupun tubuh bagian atas.
9)        Bengkak di pergelangan kaki.
10)    Mual di perut, muntah, rasa tak enak di lambung.
11)    Kepala terasa ringan.
12)    Rasa lemas muncul mendadak.

2.        Tanda penyakit  stroke
Pada serangan jantung, fase awal yang mudah dikenali adalah adanya rasa nyeri pada bagian dada sebelah kiri. Sementara pada stroke, tandanya adalah rasa kebas dan tidak bisa menggerakan anggota badan.
Tanda-tanda yang biasa muncul pada serangan stroke:
1)        Nyeri kepada, mungkin gejala awal, atau satu-satunya gejala.
2)        Kehilangan kesadaran, rasa kesemutan, kebas, atau kelumpuhan dari wajah dan alat gerak.
3)        Berbicara tidak jelas ( sulit berbicara ), penglihatan kabur, kejang, pupil mata tidak sama kanan dan kiri.
4)        Kehilangan control saluran kemh dan pembbuangan.
5)        Kulit pucat, abu-abu, kebiruan.
6)        Muncul keringat dingin kebiruan.
3.        Enam jam yang menentukan
Serangan jantung yang sering terjadi adalah akibat pembuluh darah yang menyempit (arteriosklerosis). Pasokan darah kejantung jauh berkurang, sehingga otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup. Penderita merasa nyeri, akhirnya otot jantung akan mati.
Ganguan jantung lainya adalah angina dan gagal jantung. Gejalanya hampir sama dengan serangan jantung, dan sama-sama bisa menyebabkan jantung bisa berhenti berfungsi. Saat seseorang mengalami serangan jantung, ia harus segera di baawa ke instansi kesehatan. Selama 6 jam sejak terjadi serangan.
Kondisi darurat lain, adalah stroke, kondisi ini terjadi karena sumbatan atau sumbatan pembuluh darah didalam otak. Sehingga aliran darah menuju bagian tertentu dari otak tergangu. Gejala dan tanda dari penderita sangat beragam, tergantung luas dan daerah dari otak yang terkena dampak ganguan. Gejala ringan dan berat sama-sama dapat mengancam jiwa.

4.       Pertolongan pertama
Baik pada penderita jantung maupun stroke  pertolongannya hampir sama.
1)        Tenangkan penderita dan diri anda, jangan panik.
2)        Jangan tinggalkan penderita sendirian, sebisa mungkin ditemani.
3)        Minta penderita beristirahat, menghentikan kegiatan dan berbaring pada posisi setengah duduk.
4)        Pastikan jalan nafas penderita terbuka dengan baik. Berikan suplai oksigen menggunakan tabung oksigen  bila ada. Kendurkan semua pakaian yang mengikat pada tubuh penderita.
5)        Jangan beri makan atau minum.
6)      Bila penderita tidak sadarkan diri, segera berikan resusitaasi jantung paru ( RJP ). Tindakan ini berupa pemberian nafas buatan dan pijat jantung luar.
7)        Bawa penderita ke instansi kesehatan terdekat.

5.       Pentingnya pelatihan
Pada penderita serangan jantung, sambil menunggu bantuan medis, bisa di berikan 2 tablet aspirin. Tapi, untuk jenis tablet nitrat yang diberikan dibawah lidah, harus dilakukan dokter. Bila kondisi penderita tidak sadar. Periksa nafas dan detak jantungnya di leher. Jika nafas berhenti namun jantung berdetak, beri nafas buatan. Dan jika jantungnya berhenti berdetak lakukan pijat jantung luar. Namun, untuk pijat ini, perlu pengetahuan dan pelatihan untuk melakukan secara tepat. Untuk itu anda perlu melakukan pelatihan khusus.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapat pengetahuan dasar tentang kondisi-kondisi gawat sehari-hari, serta penangannya. Seorang penolong sebaiknya punya serifikat dari pelatihan. Tapi pengetahuan dasarnya bisa di pelajari sendiri.
Yang jelas, penolong harus punya keberanian. Kalau ragu-ragu sebaiknya tidak usah melakukanya sendiri,  cukup amankan penderita dan periksa keadaanya lalu segera cari pertolongan.



6.       Resutitasi jantung-paru
Sebelum melakukan resusitasi ini, lakukan penilaian akan bahaya. Pastikan keadaan sekitar aman untuk penderita. Lalu tepuk bahu penderita dan Tanya dengan suara lantang untuk melihat responyanya. Kemudian telepon ambulans gawat darurat SPGDT SS untuk meminta bantuan. Jika penderita tidak memberi respon , lakukan langkah berikutnya. yaitu, dengan melihat penderita masih bernafas atau tidak. Caranya dengan mendekatkan pipi dan telinga di depan hidung si penderita, sambil melihat pergerakan dadanya. Lalu, periksa nadi penderita dengan mereba nadi pada lekukan antara jakun dan otot leher menggunakan jari, selama 5 - 10 detik. Pedoman dasarnya  sebagai berikut:

A.      Membuka jalan nafas ( airways control )
Setelah penderita dibaringkan telentang. Angkat dagu dan dahi penderita ( ini bisa dilakukan bila tidak ada kepala, leher, ataupun tulang belakang ).
Cara lain, dorong rahang bawah ( jaw trust maneuver ) ke atas. Gerakan ini akan mendorong lidah ke atas, sehinggga jalan nafas terbuka. Jaga agar posisi mulut penderita teteap terbuka.  Setelah itu periksa mulutnya. Adakah benda yang menghambat saluran nafas, seperti makanan atau gigi palsu yang terlepas. Bila ada, keluarkan dengan jari tangan. Hati-hati jangan sampai malah anda mendorong benda tersebut masuk ke dalam tenggorokan.

B.      Bantuan pernafasan buatan ( breathing support )
Kandungan oksigen kira 21% banyaknya dari komponen udara. Sementara, proses bernafas manusia hanya memanfaatkan  5% oksigen yang ada di udara. Ini artinya ada 16% oksigen pada udara yang kita keluarkan dan dapat kita tiupkan kedalam paru-paru penderita serangan jantung. Caranya, pijat kedua hidung penderita, tempelkan mulut anda dengan mulut penderita, hembuskan nafas setiap 5 detik.

C.      Bantuan sirkulasi ( circulatory support )
Lebih dikenal dengan pijatan jantung luar (PJL ). Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1.        Baringkan penderita pada posisi telentang pada permukaan yang keras, jangan di kasur.
2.        Bebaskan pakaian penderita ( mengendurkan pakaian yang mengikat erat )
3.        Posisikan diri anda di sisi penderita. Kedua lutut terbuka kira-kira selebar bahu anda.
4.        Tentukan pertemuan lengkung iga. Caranya, ukur 2 jari ke atas pada garis tengah tulang dada.
5.        Letekan salah satu bantalan tangan di sini. Tangan yang lain menekan di atasnya. Bahu dan siku tetap lurus. Lakukan PJL sebanyak 15 kali dengan kecepatan pijatan 80-100 kali per menit.
6.       Berikan bantuan nafas buatan 2 kali secara kuat namun lembut. Satu tiupan lamanya 1,5 – 2
       detik.
7.        Lakuakn terus hingga 4 siklus dari 15 kali pijatan 2 bantuan nafas buatan.
8.      Periksa nadi di leher penderita. Juka nadi berdenyut dan nafas belum ada, teruskan dengan
       bantuan pernafasan.


Saat sendirian, kena serangan jantung, bagaimana cara pertolongan pertamanya?
Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira-kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran & pingsan. Jika sekitarnya tidak ada orang yang memberi pertolongan pertama, penderita harus memanfaatkan 10 detik yang singkat ini untuk menolong dirinya sendiri.
Yang Harus Anda Lakukan:
Jangan panik, usahakan batuk dengan sekuat tenaga. Setiap kali sebelum batuk, tariklah nafas dalam-dalam baru kemudian batuk dengan kuat-kuat, dalam-dalam dan panjang-panjang, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada.
Setiap selang 2 detik harus tarik nafas sekali & batuk sekali. Hingga pertolongan tiba, atau kalau merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh beristirahat. Tujuan tarik nafas untuk memasukkan Oxygen ke dalam paru2. Tujuan batuk : utk menekan jantung, agar aliran darah bersikulasi. Menekan jantung juga dpt membantu denyut jantung kembali normal. Pertolongan cara ini maksudnya, agar penderita mempunyai kesempatan utk pergi ke Rumah Sakit. Hanya lakukan ini apabila anda sendirian dan tidak ada siapa-siapa yang bisa memberikan buatan.
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ( SPGDT )
Sepintu Sedulang Kabupaten Bangka

Kabupaten Bangka sejak 12 Nopember 2010 telah memiliki Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ( SPGDT ) Sepintu Sedulang, yang mana dalam menjalankan fungsi kesehariannya di dukung dengan Ambulans Gawat Darurat yang memiliki fasilitas lengkap layaknya ruangan Intensive Care Unit  (ICU). Penyakit dan kegiatan yang dilayani oleh Crew Ambulans SPGDT Sepintu Sedulang Kabupaten Bangka adalah korban gawat darurat (Gawat adalah sesuatu yang mengancam nyawa dan Darurat adalah perlu penanganan dengan segera / cepat). Alamat kantor di Jl. Pahlawan XII Sinkai Sawo Sungailiat Bangka. No Telp (0717)93766 atau 085357452918 layanan gratis 24 jam.
TUPOKSI SPGDT SEPINTU SEDULANG KABUPATEN BANGKA 
I.     Memberikan pelayanan pra rumah sakit secara profesional yang bersifat gawat (mengancam jiwa) dan darurat (perlu pertolongan segera) 24 jam penuh, yaitu:
1.    Menyelenggarakan pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat baik dalam keadaan sehari-harimaupun dalam keadaan bencana.
2.        Memberikan pelayanan gawat darurat bersifat individu ataupun massal.
3.   Memberikan pelayanan gawat darurat dengan cepat, tepat dan cermat sehingga mengurangi kecacatan dan kematian
4.      Melakukan mobilisasi dan koordinasi sistem pelayanan kesehatan dengan cara efektif dan efisien, cepat, tepat dan cermat
II.  Memberikan pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar pada masyarakat awam.
            Kami crew ambulans SPGDT SS siap memberikan pelatihan Pertolongan Pertama dan Evakuasi bagi masyarakat awam, sehingga masyarakat umum bisa mengetahui dan dapat melakukan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan medis  baik untuk diri sendiri maupun untuk menolong orang lain.
Terimakasih....Semoga bermanfaat.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar